Sunday, March 30, 2014

Save Our Heart

Aku selalu berusaha menganggap semuanya kebetulan.
Pertemuan,
kesamaan,
sampai suatu perasaan yang tak biasa.
Aku yakin, ini hanya kebetulan.
Aku yakini, ini hanya sementara.
Aku tak ingin semuanya terulang.
Aku tak ingin jatuh kelubang yang sama.

Aku tak ingin berebihan,
berlebihan dalam rasa.
Jika aku mengulangnya lagi,
sudah dipastikan.
Sakitnya akan terasa sama seperti yang lalu.

Sebelum semuanya terjadi,
aku selalu berfikir dan terus menghipnotis diriku sendiri.
Untuk tidak terlalu menyayangimu.
Anggap saja, semuanya kebetulan.
Sorry, I'm just afraid. Afraid to break. I don't want to feel it again.

Saturday, March 15, 2014

Trust me

Hai kamu.
Percayalah.
Saat aku tak selamanya disisimu,
bukan berarti aku tidak mengasihimu.
Tapi aku hanya ingin kau bisa berjalan sendiri,
dan ketahuilah, dalam doaku selalu ada namamu terselip disana.

Percayalah.
Saat aku tak melihatmu ketika kau terjatuh,
bukan berarti aku tak mempedulikanmu.
Tapi aku hanya ingin kau bisa berdiri sendiri,
aku ingin kau bisa mengatasi semuanya sendiri.
Agar kelak, kau bisa mengajariku artinya kehidupan.

Percayalah.
Saat kalimat yang keluar dari mulutku terus menerjammu,
dan terus membuat telingamu seperti dihantam berbagai belati.
Bukan berarti aku berniat ingin mengguruimu,
aku hanya ingin kau terbiasa denganku.
Aku hanya ingin, ketika saatnya tiba.
Kau terbiasa dengan semua tingkah konyolku.
Sehingga tak ada alasan jika kau ingin pergi meninggalkanku nantinya.

Percayalah.
Saat suaraku dan nada iramaku sudah tak sukar lagi kau dengar,
bukan berarti aku berniat kasar padamu.
Tapi aku hanya ingin membiasakanmu menghadapi kejamnya dunia.
Aku ingin, kau menjelaskanku bagaimana kehidupan yang sebenarnya.
Dan dapat menuntunku kejalan kebenaran, bersama keturunanku nantinya.
Suatu saat nanti.

Dan........
Ketika tingkahku yang tak masuk akal selalu membuatmu tak nyaman.
Percayalah,
saat itu aku sedang berusaha untuk menunjukkan rasaku.
Saat kau sedikit saja menolehkan kepalamu,
pada seseorang yang mungkin sempat melukiskan kisahnya dihidupmu.
Saat itu pun, berbagai macam gambaran selalu saja menghantuiku.
Aku takut,
kau berfikir ia lebih dariku.
Aku takut,
kau berfikir bahwa aku pantas kau enyahkan dari padanya.
Aku takut,
kau melihatnya begitu spesial dan aku tak ada apa-apanya.

Percayalah.
Semua sifatku ada alasannya,
semua tingkahku ada tujuannya.
Sorry, I'm hyper. That mean, i love you.

Monday, February 17, 2014

Again-again-again

Hai, dentingan pasir putih yang indah.
Tabir-tabir cinta yang lalu.
Hembusan angin yang bertiup lirih,
dan iringan musik air yang merdu.
Taukah kalian?
Aku merasakan rasa itu lagi, rasa itu datang lagi.
Rasa ini sama seperti yang telah lalu,
iya aku jatuh cinta lagi.
Kau bagaikan seseorang yang mempunyai sinaran harapan.
Harapan yang kau bawa,
harapan yang memupuk harapan lampauku.
Kau datang,
dan kau mampu menghiasi 7 hariku selama ini
kau mampu membuatku melangkah, meninggalkan yang seharusnya ditinggalkan
kau mampu membutaku berlari, mengejar yang seharusnya dikejar
bersamamu, aku menggapai semuanya
semua yang ingin aku gapai.
It's always been you.
Selalu lah disini, bersamaku.

Saturday, October 26, 2013

Outed

Bagai menghirup udara bebas,
bagai menghisap oksigen yang sudah lama kulepaskan,
aku merasakan kebebasan.
Kau,
yang sudah lama mengunci rasaku, kiniku sudah mampu melepaskanmu.
Kasih, ingin rasanya kukembali kemasa itu.
Masa dimana kumasih mengejar rasaku.
Mempertahankan egoku, egoku untuk rasaku yang konyol.
Baru kusadari,
tak selayaknya aku mempertahankan sesuatu yang menghempaskanku.
Kisah-kisah saat aku masih dibalik layarmu, kisah abu-abu ku.
Kisah itulah yang tak akan kulepas dari album ingatanku.
Akan kukenang,
bisa kau pegang janjiku, kau akan menjadi tetap yang terbaik.
Karena kau sudah mengajariku,
bagaimana mencintai tanpa pernah diketahui. 
Bagaimana mengungkapkan yang tak ingin diungkapkan. 
Bagaimana bersabar menahan sesak.
dan merasakan bagaimana rasa yang berkombinasi.
Hai, Selamat tinggal.

Sunday, June 30, 2013

Miss?

Saat kurasakan rindu yang tak terbalaskan,
ingin rasanya cepat-cepat kuangkat kaki dari kehidupanmu
enyah dari hatimu.
Aku tak sekuat yang kau kira,
kuterima semua perlakuanmu, pengabaianmu.
kutunggu hatimu untuk segera menerimaku.
tapi aku tahu diri, aku sadar. I just your secret admirer.
Walau akhirnya hanya seperti ini,
aku akan tetap menulis namamu dimemory indahku.
Indah rasanya, saat kau bersama yang lain. Aku tunggu.
Indah rasanya, saat kau masih saja mengabaikanku. Aku tunggu.
Indah rasanya, saat kau mulai menyeruku untuk pergi. Masih saja aku tunggu.
Terimakasih menjadikan aku sebagai wanita yang mempunyai rasa tulus.
Wanita yang mempunyai penantian yang tak berujung.
Aku bangga pada diriku sendiri, walau hanya berani “menunggu”


Monday, June 17, 2013

Menanti dirimu - Gabriel

Kutau ku salah,
memaksa kehendakku, tuk memilikimu
kuterluka tanpamu,
sungguh kutak bisa membenci dirimu, dirimu.
menanti keajaiban hingga kau buka hatimu untuk diriku
hanya kisah ini takkan abadi, namun kau abadi dihati ini
meskipun harus menahan sepi, menanti dirimu dihati
https://soundcloud.com/gabriel-stevent-damanik/menanti-hadirmu