Sunday, April 29, 2018

Ingin rasanya ku hentikan waktu, detik ini


Ingin rasanya ku hentikan waktu, detik ini

aku tak ingin ia maju, aku takut

aku takut saat waktu berjalan, dan ia tiba

saat kelopak mata kalian sama-sama dipersatukan...

saat hati kalian sama-sama dipertemukan...

aku belum siap menghadapi apa yang akan ku alami dikemudian hari,

aku belum siap melihatnya...

oh hati, maaf kamu sakit lagi

sampai detik ini aku belum bisa mengontrol apa yang harus ku pertahankan,

dan apa yang harus ku tinggalkan,

yang aku tau, kamu pantas untuk dipertahankan.

kamu sungkan bertanya seberapa luas samudera harapanku untuk kapalmu, nahkoda ku?

tanya pada angin malam, ia saksi bisunya...

kamu takut mencari tau seberapa dalam lautanku untuk singgahnya kapalmu, nahkoda ku?

tanya pada cahaya pagi, ia saksi didalamnya...

karena malam, sebelum ku pejamkan duniaku hanya kamu mimpiku

karena pagi, saat ku buka mataku hanya kamu tujuanku

Salahku, mungkin memang salahku


Salahku, mungkin memang salahku

yang terlalu meluaskan harapanku...

kuceritakan cerita kita pada dunia, selalu kudamba dambakan dirimu

entah dimana kusembunyikan rasa malu ku pada seisi dunia,

yang selama ini ku impi-impikan, yang selama ini kurajut asaku,

ternyata hilang ditelan bumi,

yang selama ini ku pemerkan senyummu agar dunia dapat tersenyum,

ternyata ditempat lain senyummu bukan benar-benar untukku,

yang selama ini ku tunjukkan pada seisi dunia "dia" adalah punyaku,

ternyata disisi lain, ada pelukan yang lebih hangat yang benar-benar bisa memilikimu seutuhnya

aku malu, pada dunia...

Andai aku adalah dia, andai dia adalah aku...


Andai aku adalah dia, andai dia adalah aku...

tak akan pernah aku berangan-angan, karena anganku sudah kudapatkan,

ya kamu,

tak akan pernah ku temukan kebahagiaan yg lain, karena bahagiaku kamu,

kau sibuk memikirkan dunianya, ku sibuk memikirkan duniamu,

inginku hentakkan kaki dan ku bentak diriku sendiri agar berhenti kulakukan hal bodoh,

mencintaimu adalah hal terbodoh yg pernah ku lakukan,

semua kata-kata yang pernah merajut diotakku seakan tak menolaknya,

ajarkan aku, 

ajarkanku bagaimana caranya untuk melepasmu dari segala macam tujuan-tujuan ku dimasa depan

ajarkanku bagaimana memutuskan tali-tali yang sudah kurajut untuk dirimu

ajarkanku tepiskan rasa yang sudah terlanjur melekat dalam sanubari-ku

ajarkan aku bagaimana caranya...

Teruntuk Hidupmu


Teruntuk hidupmu, yang dulu pernah menjadi anganku dimasa depan.

apapun dirimu dimasa lalu, aku tak peduli,

jadi apapun kamu dimasa yang akan datang, aku tak pernah mau peduli,

kau bawa anganku terhanyut bersama anganmu,

kurajut asaku, hingga mencapai tujuanku,

1000 x pun kau pergi, akan ku persiapkan 1001 alasan untuk aku kembali...

Bersamamu, logika ku tak berfungsi,

aku tak pernah mengerti, alasanku bertahan bagai tak tertahan...

semua fikirku, kutujukan untukmu...

cobalah tuntun kelopak matamu untuk melihat kearahku sayang, sekali saja...

cobalah dorong fikiranmu untuk memikirkan semua tentangku, sedikit saja...

seringkali ku berniat tuk berlari, tapi aku tak pernah mampu,

seringkali ku berniat tuk berpaling, tapi gagal yang kudapatkan,

sekarang, kamu masih menjadi satu satunya alasan untukku menari...

bersama rembulan, hingga pagi menjelang.

Saat terang, baru kusadari, kau bukan milikku lagi...

Saturday, April 21, 2018

April-ku Yang Kelam


Hilang, bagai ditelan angin malam...

kamu, setengah dari jiwaku, semakin jauh melangkah kedepan,
kesungguhanku yang tak pernah ternilai, mulai kau siram perlahan agar luntur...
aku bisa apa?
jika modalku hanyalah ketulusan,

aku bisa apa?
yang tak pernah bisa menciptakan kenyamanan dikelopak matamu,

sayangku yang menggebu-gebu, akan kuubah menjadi abu,
andai sayangku bisa kutunjukkan, akan kuungkapkan semuanya,
dari pangkal-pangkalnya...
tapi sekali lagi, aku bisa apa?
Terimakasih sudah bersedia untuk mengukir cerita pelayaranmu, nahkodaku...
dan selamat berlayar kembali kelautan yang luas, 
liatlah angin disekelilingmu yang akan membawamu menepi dipelabuhan selanjutnya,
berhati-hatilah, anginku akan menemanimu...

Tertanda, 



Sang Pelabuhan





Saturday, February 24, 2018

8



Selembar rasa yang membawa ku untuk berjalan sampai saat ini,
kamu, yang selalu mencuri pandanganku, iya kamu
sejauh apapun langkahmu untuk pergi, langkahku akan tetap disini
secepat apapun niatmu untuk menjauh, aku akan selalu melambat mendekatimu
kalau boleh memilih,
ingin rasanya ku putar hari, sampai saat dimana pertama ku jatuhkan dirimu terpaku dihatiku.
dan akan selalu kututup ujung hatiku & pangkal mataku,
agar tak pernah sama sekali kusadari adanya kehadiranmu.
tapi semua hanya "andai",
saat ini, rasaku sudah menjadi basa...
akan kuterima resikonya sendiri, karena sudah terlalu dalam ku jatuhkan harapanku
sampai saatnya tiba, aku benar benar hilang dari "bumi" mu...
dan akan kutemui "bumi"  ku sendiri, secepatnya...