Tuesday, February 7, 2017

Rindu yang tak berujung



Maafkan aku yang masih sangat mengagumimu,
maafkan aku yang tak ingin merubah posisiku,
maafkan aku yang merasa semuanya adalah takdir,
Kau datang, dan aku tak ingin pulang
akan kusambut, dengan lembut

Maafkan jika aku tak ingin pergi,
maafkan jika aku tak mempunyai nyali untuk berlari,
aku kokoh dengan senyummu,
tak perlu kau hiraukan, aku hanya ingin kau rasakan
tak perlu kau berbalas, aku hanya ingin kau memberiku ruang yang lepas
biarlah rinduku berirama dengan lama,
karena setiap rindu tak harus berbalas dengan temu

biarlah rinduku menjadi semu
karena setiap rasa tak semuanya menjadi asa,
biarlah rasaku menjadi basa.
Akan kukirimkan Istikharah ku untuk menyentuh rindumu,
hingga akhirnya kau sadari,
betapa hebatnya rasa yang dulu sempat kau paksa untuk pergi,
ia datang lagi,
dan mengatakan "sungguh, aku tak pernah pergi. aku masih tetap disini."

sungguh indah skenario-Nya,
jarak pun tak menjadi sesak,
kabar pun membuatku sabar,
Mari, akan kutuntun rindumu dengan do'aku
hingga rindumu bertemu dengan rinduku...
Wallahualam Bisyawab

Pekanbaru-Tangerang-Yogyakarta


Sunday, February 5, 2017

Skenario



SubhanAllah,
teduhnya raut wajahmu memang tak pernah luntur
lembutnya tutur katamu tak pernah usang,

Wahai Sang Pemilik Hati,
jagalah selalu imanku untuk bisa menjaga hatiku,
entah bagaimana cara ia menghentikan rinduku pada dunia,
hanya lewat gambaran tatap teduhnya,
Ia bisa menyihirku untuk lebih dekat pada Sang Illahi

Ya Rabb, maafkan aku yang telah menduakan-Mu
aku hanya ingin menunjukkan betapa hebatnya makhluk ciptaan-Mu,

Wahai Sang Pemilik Hati ini,
sampaikan rinduku melalui do'aku yang Engkau jabbah,

Sesungguhnya,
aku merindukan sosok sepertinya,
untuk menjadi pengisi ruang ini,

Akan kusucikan diriku,
akan kupantaskan jiwaku,
akan kumantapkan niatku,
Untuk menggapai Ridho-Mu...

Agar ketulusan do'a yang kupanjatkan,
bisa Engkau dengar dan bisa ia rasakan,
untuk menjadi tulang rusuknya yang hilang...

Sungguh, akan kujaga pandanganku
akan kujaga lisanku,
walau entah bagaimana caranya,
kisahku akan dipertemukan dengan kisahnya,
Sungguh, Sang Illahi adalah penulis skenario yang Abadi
Ikhlaskan, pasrahkan...

Pekanbaru-Tangerang-Yogyakarta

Untukmu,



Bissmillahirrahmanirrahim...

Ya Rabb,
ternyata jarak dan waktu tidak jadi penghalang untuk rasa yang tiba-tiba menunjukkan data dirinya
masih pada tujuan yang sama, alur  cerita yang sama dan rasa yang sama
Tapi keadaannya berbeda,
tak ada lagi suaranya terdengar, tak ada lagi kabarnya berhembus, tak ada lagi raut wajahnya teraba

Jarak ini memisahkanku untuk menunjukkan ketulusanku,
tapi aku tau, do'a tak pernah menilai jarak
Itulah sebabnya hanya do'a yang bisa kutunjukkan, walau kau tak merasakan
Akhi, kau masih sama seperti yang lalu,
masih tetap teguh pada iman-mu,
teruslah seperti itu, 

Akan kubenahi  diriku, untuk menggapai Ridho-Nya
agar do'a ku untukmu tersampaikan,
dan untuk mempersiapkan kepantasanku menunjukkan ketulusanku,
dan harapanku untuk bersanding pada Akhi,

Walau sebenarnya aku tidak pernah tau,
bagaimana menunjukkan hasratku,
tapi aku akan menyebut namamu dengan merdu,
diatas sajadah cinta,

Akhi,
panggilah namaku dalam do'amu,
agar rindu ini bisa tetap hidup.
Jauh dari sini, kualunkan tasbihku untuk menggapai restu-Nya
karena aku tau "Laki-laki yang baik untuk wanita yang baik."

Jazakallahu Khairan,

Pekanbaru-Tangerang-Yogyakarta

Sunday, January 29, 2017

Untukmu, Calon Imamku...

Untukmu calon imamku,
kutulis kisah ini, dimalam-malamku yang panjang
bagai goresan, getar hati dalam rindu yang tertahan
untukmu, seseorang yang akan menemaniku dimasa depan
kamu,
kamu siapa? siapa namamu? dimana kamu berada?
Aku menantimu bersama semua pengabdianku yang tertunda
bersama segenap cinta yang tak akan sempurna,
bila engkau tak kunjung hadir dihadapanku
Suatu saat, bila engkau datang tolong cintai aku karena Allah
bimbinglah aku, jadilah imam dalam sholatku
Izinkan bakti dan taatku menyatu bersama senyum diwajah teduhmu
Izinkan cinta dan rinduku terpatri kuat didalam hati dan fikiranmu
Untukmu, calon imamku
yang sedang memantaskan dirinya dihadapan Allah
ketahuilah, bahwa akupun disini selalu menantimu dalam taat
 menantimu untuk menjadi penyejuk jiwamu,

Kau yang tertulis di Lauhul Mahfudz,
kau adalah rahasia terbesarku
kehadiranmu menyempurnakan hidupku
Kau yang kusebut didalam doaku,
kau yang menjadi imam dihidupku,
kehadiranmu menyempurnakan Imanku
Bersamamu dimasa depanku, membangun syurga
Menggapai Ridho-Nya,
Sampai bertemu disuatu masa....




Saturday, March 15, 2014

Trust me

Hai kamu.
Percayalah.
Saat aku tak selamanya disisimu,
bukan berarti aku tidak mengasihimu.
Tapi aku hanya ingin kau bisa berjalan sendiri,
dan ketahuilah, dalam doaku selalu ada namamu terselip disana.

Percayalah.
Saat aku tak melihatmu ketika kau terjatuh,
bukan berarti aku tak mempedulikanmu.
Tapi aku hanya ingin kau bisa berdiri sendiri,
aku ingin kau bisa mengatasi semuanya sendiri.
Agar kelak, kau bisa mengajariku artinya kehidupan.

Percayalah.
Saat kalimat yang keluar dari mulutku terus menerjammu,
dan terus membuat telingamu seperti dihantam berbagai belati.
Bukan berarti aku berniat ingin mengguruimu,
aku hanya ingin kau terbiasa denganku.
Aku hanya ingin, ketika saatnya tiba.
Kau terbiasa dengan semua tingkah konyolku.
Sehingga tak ada alasan jika kau ingin pergi meninggalkanku nantinya.

Percayalah.
Saat suaraku dan nada iramaku sudah tak sukar lagi kau dengar,
bukan berarti aku berniat kasar padamu.
Tapi aku hanya ingin membiasakanmu menghadapi kejamnya dunia.
Aku ingin, kau menjelaskanku bagaimana kehidupan yang sebenarnya.
Dan dapat menuntunku kejalan kebenaran, bersama keturunanku nantinya.
Suatu saat nanti.

Dan........
Ketika tingkahku yang tak masuk akal selalu membuatmu tak nyaman.
Percayalah,
saat itu aku sedang berusaha untuk menunjukkan rasaku.
Saat kau sedikit saja menolehkan kepalamu,
pada seseorang yang mungkin sempat melukiskan kisahnya dihidupmu.
Saat itu pun, berbagai macam gambaran selalu saja menghantuiku.
Aku takut,
kau berfikir ia lebih dariku.
Aku takut,
kau berfikir bahwa aku pantas kau enyahkan dari padanya.
Aku takut,
kau melihatnya begitu spesial dan aku tak ada apa-apanya.

Percayalah.
Semua sifatku ada alasannya,
semua tingkahku ada tujuannya.
Sorry, I'm hyper. That mean, i love you.

Saturday, October 26, 2013

Outed

Bagai menghirup udara bebas,
bagai menghisap oksigen yang sudah lama kulepaskan,
aku merasakan kebebasan.
Kau,
yang sudah lama mengunci rasaku, kiniku sudah mampu melepaskanmu.
Kasih, ingin rasanya kukembali kemasa itu.
Masa dimana kumasih mengejar rasaku.
Mempertahankan egoku, egoku untuk rasaku yang konyol.
Baru kusadari,
tak selayaknya aku mempertahankan sesuatu yang menghempaskanku.
Kisah-kisah saat aku masih dibalik layarmu, kisah abu-abu ku.
Kisah itulah yang tak akan kulepas dari album ingatanku.
Akan kukenang,
bisa kau pegang janjiku, kau akan menjadi tetap yang terbaik.
Karena kau sudah mengajariku,
bagaimana mencintai tanpa pernah diketahui. 
Bagaimana mengungkapkan yang tak ingin diungkapkan. 
Bagaimana bersabar menahan sesak.
dan merasakan bagaimana rasa yang berkombinasi.
Hai, Selamat tinggal.

Sunday, June 30, 2013

Miss?

Saat kurasakan rindu yang tak terbalaskan,
ingin rasanya cepat-cepat kuangkat kaki dari kehidupanmu
enyah dari hatimu.
Aku tak sekuat yang kau kira,
kuterima semua perlakuanmu, pengabaianmu.
kutunggu hatimu untuk segera menerimaku.
tapi aku tahu diri, aku sadar. I just your secret admirer.
Walau akhirnya hanya seperti ini,
aku akan tetap menulis namamu dimemory indahku.
Indah rasanya, saat kau bersama yang lain. Aku tunggu.
Indah rasanya, saat kau masih saja mengabaikanku. Aku tunggu.
Indah rasanya, saat kau mulai menyeruku untuk pergi. Masih saja aku tunggu.
Terimakasih menjadikan aku sebagai wanita yang mempunyai rasa tulus.
Wanita yang mempunyai penantian yang tak berujung.
Aku bangga pada diriku sendiri, walau hanya berani “menunggu”