Saturday, October 26, 2013

Outed

Bagai menghirup udara bebas,
bagai menghisap oksigen yang sudah lama kulepaskan,
aku merasakan kebebasan.
Kau,
yang sudah lama mengunci rasaku, kiniku sudah mampu melepaskanmu.
Kasih, ingin rasanya kukembali kemasa itu.
Masa dimana kumasih mengejar rasaku.
Mempertahankan egoku, egoku untuk rasaku yang konyol.
Baru kusadari,
tak selayaknya aku mempertahankan sesuatu yang menghempaskanku.
Kisah-kisah saat aku masih dibalik layarmu, kisah abu-abu ku.
Kisah itulah yang tak akan kulepas dari album ingatanku.
Akan kukenang,
bisa kau pegang janjiku, kau akan menjadi tetap yang terbaik.
Karena kau sudah mengajariku,
bagaimana mencintai tanpa pernah diketahui. 
Bagaimana mengungkapkan yang tak ingin diungkapkan. 
Bagaimana bersabar menahan sesak.
dan merasakan bagaimana rasa yang berkombinasi.
Hai, Selamat tinggal.

Sunday, June 30, 2013

Miss?

Saat kurasakan rindu yang tak terbalaskan,
ingin rasanya cepat-cepat kuangkat kaki dari kehidupanmu
enyah dari hatimu.
Aku tak sekuat yang kau kira,
kuterima semua perlakuanmu, pengabaianmu.
kutunggu hatimu untuk segera menerimaku.
tapi aku tahu diri, aku sadar. I just your secret admirer.
Walau akhirnya hanya seperti ini,
aku akan tetap menulis namamu dimemory indahku.
Indah rasanya, saat kau bersama yang lain. Aku tunggu.
Indah rasanya, saat kau masih saja mengabaikanku. Aku tunggu.
Indah rasanya, saat kau mulai menyeruku untuk pergi. Masih saja aku tunggu.
Terimakasih menjadikan aku sebagai wanita yang mempunyai rasa tulus.
Wanita yang mempunyai penantian yang tak berujung.
Aku bangga pada diriku sendiri, walau hanya berani “menunggu”


Monday, June 17, 2013

Menanti dirimu - Gabriel

Kutau ku salah,
memaksa kehendakku, tuk memilikimu
kuterluka tanpamu,
sungguh kutak bisa membenci dirimu, dirimu.
menanti keajaiban hingga kau buka hatimu untuk diriku
hanya kisah ini takkan abadi, namun kau abadi dihati ini
meskipun harus menahan sepi, menanti dirimu dihati
https://soundcloud.com/gabriel-stevent-damanik/menanti-hadirmu

Saturday, June 15, 2013

"Lupakan aku" - Kamu

Saat kumulai lelah menutupi semuanya,
menutupi rasaku.
Ingin rasanya kuberteriak, memanggil namamu.
Dan menyebutkan rasaku, perasaanku.
Akupun kehilangan arah, dan tak sanggup kulawan jari jemariku.
Akhirnya, kata-kata itupun muncul.
Walau hanya sekedar "Aku rindu...."
Saat itu, taukah kamu?
berapa lama harusku tunggu untuk segera mengirimnya?
berapa banyak fikiran yang harus kukuras?
untuk berfikir, 
apa balasanmu setelah membaca seonggok kata yang kukirim nantinya.
Dan taukah kamu?
katamu menyakitkanku. "Lupakan aku"
dari sebrang sini, aku hanya menahan sesak yang amat dalam.
Lagi-lagi aku hanya bisa mengeluarkan jurus andalanku; tangis.
Setegar-tegarnya diriku,
aku lemah jika kau sudah menyeruku untuk melupakanmu.
Kau mengajariku untuk menyayangimu, dengan segala kelebihanmu.
Kekuranganmu pun telah kuhitung sebagai kelebihanmu.
Kau lepas tanggung jawab?
bagaimana dengan melupakanmu? kau sama sekali tidak mengajariku akan itu.
Kau hanya menyebut "Tertariklah pada oranglain"
Hey bodoh, segampang itu?
kau tak pernah rasa apa yang aku rasa,
telah kulewati beberapa umat adam, demimu.
Demi menunggumu, menunggu cintamu.
Cintamu yang kufikir, akan membalas semuanya.
Tapi ternyata? omong kosong.

Percakapan kita

Aku sadar, 
bodohnya diriku jika mengharapkanmu
dengan seperti ini saja, aku sudah cukup bahagia......sayang
dengan percakapan singkat kita, dari kejauhan
dan hanya melalui kata demi kata
itu sudah membuatku mengerti apa itu surga dunia.
Tapi taukah kamu?
disini, aku selalu menunggu awalan dari sebrang sana; kamu
membuka percakapan yang manis, dan diakhiri dengan sepatah kata ucapan
tapi semua berbalik arah,
selalu saja aku yang membuka awalan, 
dan kau yang menutupnya dengan “Just Read”
dan pernah tersadarkah kau?
disini, aku selalu putar otak
untuk menemukan kata yang pantas mengawali percakapan kita.
Selalu saja aku mencari topik yang pas untuk itu.
Hingga ada saatnya aku tersesat,
tak ada ide.
Disitulah aku menahan egoku,
untuk mengganggumu dengan hanya memanggil nama indahmu.
pernah mendengarkah kau?
dari sini, percakapan kita selalu dicover dengan tangisanku?
aku hanya bisa mengeluarkan jurus andalanku; tangis
saat aku sudah lelah melawan jari demi jemariku.
Untuk tidak mengetik kata yang bukan-bukan.
Seperti “Aku sayang kamu” mungkin.....
selama ini aku menahannya, aku melawannya, dan aku menutupinya.
Hingga mungkin.....lelah rasanya

Wednesday, June 5, 2013

Pergi 'lagi'?

Kamu, datang lagi.
Saat pertama kamu hadir kembali dalam nyataku,
aku sempat berfikir ini mimpi.
Tapi tidak dipungkiri, ini nyata.
Kamu? yang selama ini hanya mayaku.
Sekarang? bisa jadi nyataku.
Kamu temani malamku, warnai hariku.
Tapi.....haruskah aku yang memulai?

Dan sekarang, apa waktu itu terulang lagi?
aku lelah,
saat kau melakukan hal yang sama, aku selalu berfikir
"Biasa, semua biasa. Ada lagi?"

Aku sudah biasa dengan sifatmu, tingkahmu.
kamu masih sama seperti dulu, tak ada yang tertinggal
sama seperti rasaku, masih sama dan utuh
bahkan mungkin rasaku naik beberapa level keatasnya
naik ketingkat yang lebih dekat jangkau dengan langit

Apa kau ingin angkat kaki 'lagi' dari nyataku?
apa kau tega membiarkanku bersenang-senang dengan mayamu 'lagi'?
apa kau begitu menyayanginya?
sehingga, lagi-lagi aku korbannya....
Jadi sekarang, pilihanmu pergi? enyahlah kasih, aku ikhlas:')

Jika suatu saat kau ingin mampir kedalam nyataku lagi,
hatiku akan selalu terbuka untukmu. Walau sakit resikonya.
Jika kau ingin datang kedalam mimpiku,
kan kuterima dengan tangan terbuka.
Jika kau ingin mengundang ku kedalam mimpimu,
aku akan sangat bahagia.
Dan apabila kau ingin berbagi tangismu,
aku akan mencoba untuk menopang bebanmu.
Bagaimana dengan bahagiamu?
aku yakin, bahagiamu hanya akan kau bagi dengannya. Lagi-lagi aku ikhlas:')

Dan sama seperti pilihanku pertama, aku akan tetap disini.
Hidup dilayar hitammu, layar belakangmu.
Yang tak pernah kau tengok, yang tak pernah kau singgahi.
Dosakah aku, bila aku menyayangimu?:')

Sunday, May 19, 2013

Still Waiting

Saat ku melihat pengabaian dia.
Iya dia, alasan kau tersenyum setiap harinya.
Alasan kau tertawa setiap bahagianya.
Dan alasan kau menangis setiap sedihnya.

Masih pantaskah 'dia' disebut sebagai alasanmu?
dengan semua yang ia lakukan.
Mengabaikanmu, dan pergi bersama yang lain.

Hai, jangan kau hanya diam dan melihat kisah lalumu itu; dia
Berjalanlah menuju kehadapanku, berbalik arahlah.
Karena aku, masih menunggumu disini.
Dikisah-kisah usang yang sempat kau abaikan.
Yang kau abaikan sejak awalnya.
Ia masih disini.
Masih bersedia menemani bahagiamu, tawamu, bahkan tangismu.

Tuesday, May 14, 2013

Malam tiba; datang

Saat rembulan menggantikan senyum matahari,
saat siang mulai lelah dan redup,
saat awan-awan biru digantikan oleh berbagai rasi-rasi dan bentuk bintang,
saat itulah rasa ini terkadang menghantuiku.

Rasa takut untuk kehilangan sosok mayamu
rasa takut untuk meninggalkan senyum manismu
rasa takut untuk menghiraukan tatapan matamu
dan rasa takut untuk pergi dari layar belakangmu.

Aku sudah cukup nyaman dengan ini,
meski sosokmu, senyummu, dan tatapanmu itu hanya sekedar lisan&tulisan.
Bukan nyata, tapi aku tetap takut kehilangannya dan berat untuk merelakannya.
Tapi apa boleh dikata, aku memang harus benar-benar pergi darimu.
Meninggalkan semua tentang dirimu; maya

Monday, May 13, 2013

Apa Bisa?

Aku masih saja berdiri disini; dibalik layarmu
aku merasa bodoh, terus memandangimu dari sini
aku masih sama seperti awal saat rasa itu ada.
Masih sama, tak ada yang berubah.

Terbesik dalam benakku untuk membuatmu merasa kehilangan sosok 'diriku'
tapi apa bisa?
apa bisa aku melihat kau meneteskan air dari kelopak matamu, untukku?
apa bisa aku merasakan rindu dari lubuk hatimu, untukku?
apa bisa aku mendengar suara lirihmu memanggil namaku?
apa bisa aku mencium harumnya tubuhmu saat kau mulai mencari jejakku?
dan, apa bisa kau mengulang semua yang aku lakukan untukmu? selama ini.


Monday, May 6, 2013

Terik merindukan hujan; miris

Saat seperti ini, aku selalu teringat.
Teringat dengan tugasku; menunggu.
Tak ada satupun tindakan,
namun aku selalu tetap pada tempat awalku; kamu.

Aku merindukan tawa hangatmu.
Senyum damaimu.
Langkah tegasmu.
Mata cerdasmu.
dan kelakuan konyolmu.

Aku tau, seharusnya aku sudah hapus rasa ini dan pergi dari zona nyamanku ini.
Tapi tak semudah itu,
tak semudah melihatmu dari kejauhan.
Tak semudah mendengar tawamu, suaramu, hembusan nafasmu; dalam diam.

Maaf, aku rasa sulit untuk lakukan itu; pergi
aku akan tetap disini,
dengan tujuan yang sama seperti awalku mengenalmu; menunggu
Aku berjanji, tak akan sama sekali aku mengganggumu dan hari-harimu (dia)

Thursday, April 25, 2013

Sesal-seperti-sesak


Getaran itu hadir lagi,
getaran saat pertama kali aku rasakan saat kita masih sama-sama saling mengerti
aku tak ingin getaran ini ada.
Saat kau masih memandangiku dan melihat tingkah lakuku, aku rasa

Aku merasakan tatapan itu,
dari kejauhan pun aku rasa.
Rasa kita satu,

Jangan. Ini salah.
Seperti menghirup kembali oksigen yang telah dihembuskan,
seperti menginjakkan kaki ditanah lapang yang telah ditinggalkan
dan seperti menggapai langit yang telah diabaikan

Sekarang aku, aku ada diposisimu
Sepertinya ranjau yang kau pasang untukku tepat sasaran
efeknya yang sedang aku rasakan.

Alibi ingin menerima satu dua kata darimu,
alibi ingin pandanganmu jatuh kearahku
dan alibi akan perhatianmu yang tepat berdiri tegak dihadapanku
aku ingin itu, tapi aku.......tau diri

Friday, March 22, 2013

20 Desember?

Didepanmu aku bisa lakukan itu,
seakan-akan tak pernah terjadi apa-apa
seakan-akan aku sudah menghapus jejakmu didalam masa depanku
tertawa didepanmu tanpa beban, dan tak pernah sedikitpun memandangimu. Seperti dulu....
tapi taukah kamu?

Disini, dibalik layar
dibalik punggungmu, aku menatap semua gerak-gerikmu
aku menatapmu dan 'dia'
adilkah? aku yang menunggu, tapi yang menikmati hasilnya 'dia'

Tak apa,
aku biasa seperti ini, aku sudah ahli dan sangat ahli menempati perwatakan ini
yang aku inginkan, kau tetap mengizinkan aku menempati layar belakangmu
yang tak pernah kau tengok, yang tak pernah kau singgahi

Dan jika memang benar, sudah 3 bulan berlalu....
aku akan benar-benar berpura-pura menjauh darimu
aku tak ingin mengganggu kalian
berbahagialah dengannya,
aku rela jika memang kebahagiaanmu ada didalam dirinya, aku rela
aku rela merelakan rasa ini sendiri

Tapi satu hal, aku akan selalu ada dibalik layar ini
jika kau butuh aku, aku akan selalu ada untukmu..........dik




22:08
22/03/2013

Friday, March 8, 2013

If you don't understand, please close your mouth:']

Saat jarum-jarum suntik ini menusuki kulit-kulit rapuhku,
aku teringat.........saat-saat seperti ini selalu ada dirimu, dulu
selalu ada bisikan semangat darimu
selalu ada kedipan matamu yang menjadi penawar rasa sakit suntikan ini

Hey masa laluku,
kau ingat saat kepanikanmu membuatku tersenyum bahagia?
saat kau menemaniku menahan rasa sakit ini?

Hey mantan calon masa depanku,
aku sedang melewati 'saat-saat' itu.
Iya 'saat-saat' itu terulang kembali
tapi bedanya, tidak ada kamu disampingku

Friday, March 1, 2013

Neptunefourteen♥

Hai, kami adalah satu kesatuan
Wujud kami 23, namun jiwa kami tetap satu
Kami adalah kamu, kamu adalah kami
Disinilah kami berbagi cerita suka dan duka
Tangis dan tawa kami pecahkan bersama disini

Walau terkadang.....
Ada saja yang menghalangi
Ada saja hambatannya
Ada saja gangguannya

Tapi apapun itu, kami tetaplah satu
Bagai suatu pondasi, kami saling membutuhkan
Hai kawan,
Terimakasih

Tuesday, February 26, 2013

Angin malam membawa kisah usang

Malam ini,
saat mataku belum terpejam
dan nyawaku masih terjaga.
Tiba-tiba angin membawaku kemasa lalu

ingatanku berbalik arah kearahnya
ini salah,
aku harap ini hanya sesaat dan hanya sekejap
tapi tetap saja aku tidak suka rasa ini kembali.
Ini masa lalu,
bukan masa kini

Angin,
apa alasanmu untuk membawaku ke 'hari-hari' itu?
Angin,
apa tujuanmu membawa semua 'kisah-kisah' nyata yang telah usang itu?

Entahlah, harapanku saatku membuka mata esok pagi.
Rasaku telah hilang 'kembali' dan aku menyesal karena telah memutar 'debu-debu' masa lalu.....
Good night world:)

Sunday, February 24, 2013

Awal Langkah Kami

Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan
ini adalah penghujung kami, penghujung kami semua
pintu kami masing-masing sudah ada didepan mata
kami hanya perlu melangkah sekali lagi

              Terimakasih untuk semua kenangan
               terimakasih untuk semua tawa yang pernah kita pecahkan bersama
               terimakasih untuk tangis gembira yang kalian beri untukku

Menghitung hari........
saat itu pasti akan datang
saat dimana kita semua saling melepaskan genggaman tangan
saat dimana sudah tidak ada lagi senyum kalian yang menghiasi hariku
sudah tidak ada lagi tawa kalian yang dapat mengobati lukaku

                Terimakasih kawan,
                terimakasih untuk kisah yang kalian lukiskan didalam memori hidupku
                akan kusimpan dalam keabadian,
                akan kuceritakan kisah kita pada keturunanku nantinya:')
                akan kuceritakan pada mereka, aku sempat memiliki kalian

Tuhan,
terimakasih untuk takdir yang telah kau tulis untukku
sehingga aku dapat bertemu dengan mereka semua;')
Thanks a lot for this 3years

Thursday, February 7, 2013

Pelukan malam

Hanya malam yang bisa menumpahkan semua kesepiannya untukku
Hanya malam yang bisa merubah sedikit demi sedikit perasaanku
Hanya malam yang bisa memelukku, dan membisikkan bahwa aku tidak sendiri
                   
                         Hanya pelukan malam,
                         yang bisa menopang beratnya bebanku
                         Hanya pelukan malam,
                         yang bisa menghangatkan kesunyianku

Saat semua terlelap, hanya tersisa aku dan malam
disinilah kurasakan betapa nikmatnya kesunyian
dalam sunyi, aku dapat menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku selama ini
Terimakasih malam.......

Saturday, January 26, 2013

Diam dalam diam, untuk diam

Hanya dalam diam,
secara diam-diam
dan untuk diam.

Hanya dalam diam ku bisa simpan rasaku
secara diam-diam ku bisa memandangimu dan tersenyum melihat tingkah lakumu........dari kejauhan
dan untuk diam ku melakukan itu

Mengapa harus diam?
Entah, mungkin........

Saturday, January 19, 2013

Rainy....

Aku tersadar, dalam keadaan hujan pun tak ada aku disampingmu.
tapi kau?
akan selalu ada disampingku dalam keadaan apapun itu.
aku aman, merasa aman.
ada kau disampingku, walau hanya mayamu. Hanya bayangmu.

Akupun sadar, tak ada kesempatan.
kesempatan untuk buatmu tersenyum, karenaku.
alasannya aku,
hanya aku.

Hujan ini, rintikan ini hanya saksi bisu dari hari-hari yang kulewati dengan bayangmu.
bayangmu selalu setia menemaniku.
tapi pemiliknya?
tak pernah, bahkan tak akan pernah.

Sssttt.... Aku Mencintaimu


Mungkin banyak dari kalian yang memiliki hobi sepertiku. Aku mencintainya, tapi ia tak pernah tau akan cinta itu. Dan, sampai sekarang pun orang yang ku cinta masih sama dan aku masih tetap diam, tak pernah ungkapkan cinta yang ku pendam. Bukan tanpa alasan aku memendam cinta selama ini, aku hanya takut, cintaku bertepuk sebelah tangan. Ya, kalian boleh memanggilku ‘pengecut’ , pengecut yang selalu pesimis akan cinta. Bagiku, diungkapkan atau tidak diungkapkannya cinta itu sama saja. Sama-sama manis namun pahit...

Naya, begitu nama panggilannya. Terasa sejuk mendengar namanya. Naya adalah gadis populer di sekolahku. Tak hanya cantik, Naya pun sangat cerdas, ia pandai di beberapa mata pelajaran. Siapa yang tak tertarik dengan gadis yang bagiku sangat sempurna itu? Naya, sudah tak asing lagi namanya, seluruh siswa ataupun siswi mengenalnya. Jujur, pertama kali melihatnya aku takut, takut aku akan mencintainya lebih jauh, dan sialnya, aku masuk ke dalam ketakutan itu. Dan kini, selama hampir 3 tahun, aku masih mencintainya, tak pernah berubah dan tak pernah ku ungkapkan...

Namaku Wirsa. Aku adalah seorang pria yang hanya bersahabat dengan buku-buku tebal. Penampilanku tak terlalu aneh, bagiku sih, tapi bagi mereka, penampilanku aneh. Aku memakai baju seragam yang lebih besar dari ukuran badanku, jadi terlihat gombrong. Lalu aku selalu memakai kaos kaki yang panjangnya se-betis. Aku juga selalu memakai kacamataku yang super duper tebal. Selain tebal, kacamataku juga besar, oleh karena itu mereka sering memanggilku ‘mata jengkol’ . Dan aku tidak marah, aku menganggap itu hanyalah sebagian dari lelucon. Aku terlahir dari keluarga yang tak terlalu berkecukupan. Bisa bersekolah disini saja aku masih mengandalkan beasiswa yang ku dapat dari hasil kerja keras otakku. Berterimakasihlah aku kepada Tuhan yang sudah memberikan otak ini kepadaku.

***

Dulu, aku pernah berbicara dengannya. Walau hanya beberapa kata saja, tapi bagiku, itu adalah keindahan yang tak pernah terbayar oleh apapun. Naya, si pujaan hati ini, menjawab sapaku dengan ramah..

                “Selamat pagi, Naya..” kataku di suatu pagi.

                Naya tersenyum dengan indahnya, “pagi juga, Wirsa.”

                “Kamu tau namaku? Dari mana?” aku bertanya kaget.

                “Siapa yang tak mengenalmu? Kamu yang paling berbeda dari semua siswa disini..”

                Aku tersenyum malu. Mulutku rasanya terkunci, tak mampu berkata-kata.

Naya melempar senyumnya sebelum berlalu meninggalkanku yang masih terpaku dalam kebisuan. Rasanya pagi ini adalah pagiku yang paling indah. Dan inilah awal kisah dimulainya kisah kasihku yang masih tersembunyi...

***

Menyesakkan terkadang yang kurasakan ketika menjadi pengagum rahasia. Pernahkah kalian bayangkan jika pujaan hati yang sedari dulu diharapkan malah jatuh ke hati orang lain? Dan, aku sudah beberapa kali mengalami sesak itu, namun entah kenapa aku tak pernah mau berhenti untuk tetap menjadi pengagum rahasianya . Mungkin Naya adalah cinta sejatiku, di suatu masa, nanti..

“Eh, cupu, gak pegel pakai kacamata yang tebel banget kayak gitu? Hahaha..” celetuk Gio, kekasihnya Naya.

Aku hanya mampu diam mendengar ejekannya yang tak pernah ku hiraukan. Sebal memang. Tapi mau gimana lagi? Membalasnya? Mana mampu aku. Ditambah Gio adalah salah satu cowok populer di sekolah yang diagung-agungkan olek banyak siswi di sekolah ini. Dan, beruntungnya dia bisa memiliki kekasih secantik dan seindah, Naya...

Gio dan Naya masih berhubungan. Mereka selalu berdua kemanapun, tak lepas dari pandanganku. Mereka bak pasangan yang sangat serasi dan dipuji-puji oleh setiap manusia yang melihatnya. Jujur, aku iri..

Terkadang aku berpikir, kenapa aku harus terlahir dengan kekurangan seperti ini? Sehingga aku hanya mampu melihat orang yang ku cintai dan ku impikan berbahagia dengan cowok yang lebih mapan dibanding aku. Tapi, apa gunanya aku menyalahkan kekurangan? Setidaknya, ini sudah menjadi ciri khas dari diriku. Dan dengan ini aku gampang dikenal dengan banyak orang di lingkungan sekolahku ini.

***

                “Tuhan, bolehkah aku memilikinya?”

Doaku yang selalu kupanjatkan dan tak pernah lupa. Kini, aku benar-benar sudah dibutakan oleh cinta. Cinta yang sesungguhnya hanya bisa ku raih di mimpiku. Tak ada salahnya, kan jika aku bermimpi menjadi kekasihnya? Karena aku yakin, aku tak akan mampu meraihnya di dunia nyata.

Kenapa kamu begitu indah, Naya? Kenapa kamu begitu cantik?

Memujinya. Hanya itu yang bisa ku lakukan.

Aku pernah berpikir. Cinta sesungguhnya akan lebih bermakna jika kita belum mengungkapkannya. Dan sesungguhnya cinta yang paling sederhana adalah memuji dan mengaguminya tanpa sepengetahuannya.

Untuk para pengagum rahasia, tetaplah menjadi pengagum. Karena sesungguhnya, tak ada hal yang lebih mengesankan dibanding mengagumi. Ya, walau terkadang sesak, tapi percayalah, melihat dia yang kalian kagumi bahagiapun, sudah menjadi semangat untuk lebih mengaguminya.

***

Hari kelulusan pun tiba, aku lulus dengan nilai tertinggi di sekolah. Dan Naya, dia berada di bawahku, Naya lulus dengan nilai tertinggi kedua di sekolahku. Naya mengucapkan selamat kepadaku. Memang ini bukan kali pertamanya aku menatap teduh wajahnya, tapi terus terang saja, rasa deg-deg-an masih menghampiriku.

“Selamat ya, Wirsa! Semoga kamu sukses nantinya. Senang bersaing denganmu..” katanya lalu menyalamiku.

Lagi-lagi aku terpana oleh keindahan. Tanganku, digenggam tangannya. Tuhan, ini nyata? Boleh aku minta hentikan waktu saat ini juga? Aku mohon...

                “Eh... Hmm.. I..i..iyaa.. Ka....kamu ju...ga ya...” jawabku terbata, malu.

Naya melepaskan genggamannya. Mataku masih terpana melihatnya. Entah kenapa tiba-tiba saja mulutku bekerja sendiri, memanggil Naya.

                “Naya?!...”

                Naya menoleh lalu menghentikan langkahnya. Mungkin aku menjadi sosok yang sok berani
                pada saat itu. Aku mendekati Naya. Entah, setan apa yang sudah merasuki diriku, aku
                merasa ada yang lain..

                “Aku menyukaimu, sejak lama. Kamu tau itu?” kataku.

                Naya terdiam. Aku melanjutkan perkataanku.

                “ Kamu gak pernah tau, Nay. Aku selalu diam, 3 tahun ku pendam semuanya, Nay.”

                “Wirsa? Kamu?” Naya heran.

                “Maaf aku sudah menjadi pengagum rahasiamu selama ini. Aku bangga bisa mengenalmu,”

                “Aku tak menyangka kamu mampu berkata seberani ini, Wir..”

Aku kembali terdiam. Pipiku memerah, aku malu. Tuhan, setan apa yang sudah merasuki diriku tadi? Semuanya sudah terungkap. Naya sudah mengetahui siapa yang sedari dulu begitu mengharapkannya. Aku jadi panik sendiri.

“Maaf aku lancang. Maaf sudah mengagumimu..” ucapku lalu pergi berlalu dari hadapan Naya.

***

Cinta diam-diamku sudah menjadi tak diam-diam lagi. Naya sudah mengetahui siapa pengagumnya. Dan sampai sekarang aku masih tetap mengingatnya. Entah ia ingat atau tidak. Yang jelas, aku selalu berterimakasih kepadanya, karena Naya sudah mengajariku. Bagaimana mencintai tanpa pernah diketahuinya. Bagaimana mengungkapkan yang tak ingin diungkapkan. Bagaimana bersabar menahan sesak.

Naya, kamu memang sempurna. Oleh karena itu, aku sadar, ketika aku yang tak sempurna mampu mencintai makhluk sesempurna kamu dengan cara yang amat sempurna, dalam diam.. 

What's Love?


Hai, disinilah hidupku.
Dihidupkulah ku ukir berbagai cerita, cerita berbagai warna.
Penuh warna, tapi tidak selalu.
Terkadang hanya ‘abu-abu’. Contohnya kamu.
Tidak hitam dan tidak putih.
Iya, kamu engga pasti.

Dihidup memang lebih menonjol oleh cerita cinta.
Cinta dalam arti luas.
Cinta kepada Tuhan, cinta kepada orangtua, Teman, Guru dan bahkan...........kamu.
Tapi tak seorangpun yang dapat menjelaskan lebih dalam apa itu cinta kepadaku.
Seringkali kutemukan berbagai kata dari berbagai orang yang menjelaskan apa itu cinta.

Aku mengerti, tapi aku tak bisa menyusunnya.
Menyusunnya menjadi lebih baik, menjadi sempurna.
Tak ada seorangpun yang pernah melakukan itu, menyusun kata-kata menjadi satu kalimat yang menunjukkan arti cinta yang sebenarnya dan segera menjelaskannya padaku.
Adakah yang bersedia?

Suatu Ruang


Sudah kututup rapat-rapat hatiku.
Untuk siapapun itu.
Tak ada lagi yang akan kuizini memasuki ruangnya.
Ruang itu akan kurenovasi, dan akan kuperbaiki beberapa kerusakan didalamnya.
Setelah semuanya selesai, akan kubuka kembali.
Entah kapan itu.......
Akan kupersilahkan seseorang masuk dan menetapnya disana.
Entah siapa itu.
Yang bisa kupastikan adalah, sekarang kuhanya harus lakukan yang terbaik untuk ruang ini.
Akan kuperbaiki sedemikian rupa.
Agar orang yang memilikinya nanti, iya suatu saat nanti.
Akan merasa puas dan tulus menjaga ruang indah itu.
Tunggulah sampai ruangan ini benar-benar indah iya:’)

Hate moment about....you


Aku terbiasa dengan ini.
Dengan semua ini.
Dengan kesendirian ini, aku mulai merasa nyaman dengan keadaan ini.
Walau terkadang kurasa sepi.
Tapi aku nyaman, nyaman dengan semuanya.
Kuyakin, dengan seperti inipun aku dapat bahagia.
Kuyakin, dengan seperti inipun aku dapat menjalani hidup.
Masa depan dan sebuah cahaya sudah menunggu dan bersinar mengarah kepadaku diujung sana.
Jadi, aku hanya harus menatap kedepan tanpa harus menoleh kebelakang.
Karena dengan menatap kebelakang, walau hanya sekejap.
Aku yakin, itu membuatku teringat akan sosokmu.
Sosokmu yang menarikku untuk kemasa lalu.
Menarikku agar kusimpan dulu masa depanku.
Menarikku agar kuselalu harus ingat tentangmu.
Tentang kita, dulu.
Aku tak mau itu, aku benci itu.
Aku benci masa lalu, terlebih ada kau didalamnya.........

Cnfsd-_-


Terkadang ragu, saat waktu mulai menggiringku dan memaksaku untuk pergi kemasa itu.
Pergi bersamamu,
bersama bayanganmu lebih tepatnya.
Masa dimana saat-saat kau dan aku yang miliki.
Tak ada orang lain didalamnya.
Tapi terkadang,
aku ingin melupakannya.
Saat semuanya hampir berhasil, bayangan itu berani datang lagi.
Aku lelah.....
tolong jangan datang kedalam anganku lagi.
Kau hanya masa laluku, bukan masa depanku.
Yang pantas menempati ruang ini bukan dirimu,

Cinta dalam cerita


Cinta dapat digambarkan sebagai sebuah cerita, cerita cinta yang dapat diukir dan dipoles sedikit hiasan.
Dalam cinta..... terdapat sebuah tokoh, alur maju ataupun mundur, maupun latar.
Bagaimana tidak dikatakan cerita? kalau cinta mempunyai semua komposisi yang cerita punya.
Penjelasan pertama cinta dalam cerita yaitu tokoh,
Ditokoh itupun terdapat tokoh inti, yaitu kita sendiri. Tokoh kedua, yaitu dia.
Maupun tokoh ketiga, yang dapat dikatakan orang ketiga.
Tapi ada saatnya kita menduduki posisi tokoh ketiga saat kita mencintai seseorang yang mempunyai kekasih.
Ataupun bisa juga kita menduduki posisi tokoh kedua, ditokoh kedua ini posisi dan titik kedudukan yang paling aman. Aman dalam hal..........kemungkinan kecil merasakan sakit.
Yang harus stand by dalam kedudukan posisi ini adalah karma. Karena diposisi ini kita yang dicintai, keputusanpun ada ditangan kita. Ingin iya atau tidak. Kita hanya perlu menunggu apa usaha dia tanpa harus berusaha.
Tapi iya itulah, resiko mendapatkan sebuah hukum karma yang cukup besar.
Yang kedua adalah alur, alur maju atau mundur.
Saya yakin, disebuah cinta dalam cerita seringkali didapatkan alur mundur. Terlebih tokoh yang memerankan cinta dalam cerita itu adalah hanya seorang ex’ . Kemungkinan untuk beralur mundur pun semakin besar, atau yang sering disebut sekarang adalah flashback.
Dibelahan bumi manapun, jika ada sebuah pernyataan pasti ada pro&contra. Begitupun dengan pernyataan flashback.
Ada yang mengatakan flashback itu membuat seseorang menjadi termotivasi akan masa lalu. Membenahi diri menjadi semakin baik, baik dan baik lagi.
Adapun yang mengatakan flashback itu dapat membuat seseorang merasa tercekik dan dihantui oleh masa lalu yang suram. Tidak hanya suram, ada pula yang mengatakan walau masa lalu itu indah. Tetap saja, flashback dapat menghidupkan seseorang yang tidak ada menjadi ada....
Dan yang terakhir......
Latar, dicinta dalam cerita sudah dipastikan banyak latar yang ditemukan disana.
Entah itu tawa ataupun tangis, keduanya pasti memiliki latar. Latar suasana.
Suasana haru? sangat sering ditemukan, terlebih jika seseorang itu dapat dikatakan secret admirer. Dosakah berprofesi sebagai secret admirer?
Dikehidupan nyata, profesi itu jarang ditemukan bahkan sangat.
Namun, dikehidupan cinta. Apapun dapat dihalalkan.
Secret admirer.....menyimpan rapat-rapat semua yang dirasa. Bukan hanya disimpan, namun dibungkus rapi-rapi sampai akhirnya iya akan menyadari.......menyatakan yang sebenarnya lebih baik.
Jangan takut akan jawaban, terserah apapun jawabannya. Yang terpenting, bibirmu sudah mengatakan yang sebenarnya.
Jangan pula takut akan jenis kelamin, seorang wanita? seorang wanitapun berhak jatuh hati. Seorang wanita pula berhak menyatakan apa yang iya rasakan.
Tak selamanya wanita hanya bisa menunggu bukan? emansipasi:’)
Dilatar haru yang menduduki posisi kedua yaitu menunggu, tak beda jauh dengan secret admirer. Hanya saja perbedaannya ‘tahu’ atau tidaknya dia akan perasaan kita.
Diposisi menunggu ini memang seringkali ada banyak momen kesempatan haru dan tangis. Namun, dibalik haru dan tangis itu. Suatu saat.........iya akan luluh akan kesabaranmu menunggu dirinya:’) percayalah.
Didalam teori manapun, menunggu memang menyakitkan. Apapun itu judulnya, intinya adalah menunggu is.....freak flat and fvck.
Tapi tunggu, seperti yang dikatakan tadi. Menunggu akan beresiko besar dalam menerima hasil yang memuaskan dibanding secret admirer.
Yang selanjutnya adalah latar tawa,
Didalam latar tawa ini, tidak lain tidak bukan adalah disatukannya kedua makhluk Allah yang merasakan getaran yang sama namun.......beda bentuk dalam mengapresiasikannya.
Dalam latar ini, tidak hanya ada kepuasan batin jasmani maupun rohani saja. Namun dalam segala hal. Ada teori mengatakan, situasi hari ini tergantung akan mood kita saat ini. Dan tergantung tingkat kekalahan stress yang dibunuh oleh benih-benih keindahan fikiran.
Itu semua dapat tercipta......tercipta karena bersatu. Iyaaa, ‘kita’ . Kita bersatu. Jadi bukan lagi kau dan aku. Tapi, kita.
Well, apapun itu.
Apapun yang kita jalani saat ini, ini akan segera berakhir. Didunia ini tidak ada yang tidak akan hilang. Tidak ada yang tidak akan berakhir.
Semuanya akan......
Jadi jangan sia-siakan.
See you next time.

23:14 28/12/2012
Pertanda,

 Remaja berumur 14thn yang hanya ingin menggerakan jari-jarinya diatas tombol-tombol kecil dibawah kegelapan malam.