Sunday, May 19, 2013

Still Waiting

Saat ku melihat pengabaian dia.
Iya dia, alasan kau tersenyum setiap harinya.
Alasan kau tertawa setiap bahagianya.
Dan alasan kau menangis setiap sedihnya.

Masih pantaskah 'dia' disebut sebagai alasanmu?
dengan semua yang ia lakukan.
Mengabaikanmu, dan pergi bersama yang lain.

Hai, jangan kau hanya diam dan melihat kisah lalumu itu; dia
Berjalanlah menuju kehadapanku, berbalik arahlah.
Karena aku, masih menunggumu disini.
Dikisah-kisah usang yang sempat kau abaikan.
Yang kau abaikan sejak awalnya.
Ia masih disini.
Masih bersedia menemani bahagiamu, tawamu, bahkan tangismu.

Tuesday, May 14, 2013

Malam tiba; datang

Saat rembulan menggantikan senyum matahari,
saat siang mulai lelah dan redup,
saat awan-awan biru digantikan oleh berbagai rasi-rasi dan bentuk bintang,
saat itulah rasa ini terkadang menghantuiku.

Rasa takut untuk kehilangan sosok mayamu
rasa takut untuk meninggalkan senyum manismu
rasa takut untuk menghiraukan tatapan matamu
dan rasa takut untuk pergi dari layar belakangmu.

Aku sudah cukup nyaman dengan ini,
meski sosokmu, senyummu, dan tatapanmu itu hanya sekedar lisan&tulisan.
Bukan nyata, tapi aku tetap takut kehilangannya dan berat untuk merelakannya.
Tapi apa boleh dikata, aku memang harus benar-benar pergi darimu.
Meninggalkan semua tentang dirimu; maya

Monday, May 13, 2013

Apa Bisa?

Aku masih saja berdiri disini; dibalik layarmu
aku merasa bodoh, terus memandangimu dari sini
aku masih sama seperti awal saat rasa itu ada.
Masih sama, tak ada yang berubah.

Terbesik dalam benakku untuk membuatmu merasa kehilangan sosok 'diriku'
tapi apa bisa?
apa bisa aku melihat kau meneteskan air dari kelopak matamu, untukku?
apa bisa aku merasakan rindu dari lubuk hatimu, untukku?
apa bisa aku mendengar suara lirihmu memanggil namaku?
apa bisa aku mencium harumnya tubuhmu saat kau mulai mencari jejakku?
dan, apa bisa kau mengulang semua yang aku lakukan untukmu? selama ini.


Monday, May 6, 2013

Terik merindukan hujan; miris

Saat seperti ini, aku selalu teringat.
Teringat dengan tugasku; menunggu.
Tak ada satupun tindakan,
namun aku selalu tetap pada tempat awalku; kamu.

Aku merindukan tawa hangatmu.
Senyum damaimu.
Langkah tegasmu.
Mata cerdasmu.
dan kelakuan konyolmu.

Aku tau, seharusnya aku sudah hapus rasa ini dan pergi dari zona nyamanku ini.
Tapi tak semudah itu,
tak semudah melihatmu dari kejauhan.
Tak semudah mendengar tawamu, suaramu, hembusan nafasmu; dalam diam.

Maaf, aku rasa sulit untuk lakukan itu; pergi
aku akan tetap disini,
dengan tujuan yang sama seperti awalku mengenalmu; menunggu
Aku berjanji, tak akan sama sekali aku mengganggumu dan hari-harimu (dia)