Sunday, May 19, 2013

Still Waiting

Saat ku melihat pengabaian dia.
Iya dia, alasan kau tersenyum setiap harinya.
Alasan kau tertawa setiap bahagianya.
Dan alasan kau menangis setiap sedihnya.

Masih pantaskah 'dia' disebut sebagai alasanmu?
dengan semua yang ia lakukan.
Mengabaikanmu, dan pergi bersama yang lain.

Hai, jangan kau hanya diam dan melihat kisah lalumu itu; dia
Berjalanlah menuju kehadapanku, berbalik arahlah.
Karena aku, masih menunggumu disini.
Dikisah-kisah usang yang sempat kau abaikan.
Yang kau abaikan sejak awalnya.
Ia masih disini.
Masih bersedia menemani bahagiamu, tawamu, bahkan tangismu.

No comments:

Post a Comment