Saturday, June 15, 2013

"Lupakan aku" - Kamu

Saat kumulai lelah menutupi semuanya,
menutupi rasaku.
Ingin rasanya kuberteriak, memanggil namamu.
Dan menyebutkan rasaku, perasaanku.
Akupun kehilangan arah, dan tak sanggup kulawan jari jemariku.
Akhirnya, kata-kata itupun muncul.
Walau hanya sekedar "Aku rindu...."
Saat itu, taukah kamu?
berapa lama harusku tunggu untuk segera mengirimnya?
berapa banyak fikiran yang harus kukuras?
untuk berfikir, 
apa balasanmu setelah membaca seonggok kata yang kukirim nantinya.
Dan taukah kamu?
katamu menyakitkanku. "Lupakan aku"
dari sebrang sini, aku hanya menahan sesak yang amat dalam.
Lagi-lagi aku hanya bisa mengeluarkan jurus andalanku; tangis.
Setegar-tegarnya diriku,
aku lemah jika kau sudah menyeruku untuk melupakanmu.
Kau mengajariku untuk menyayangimu, dengan segala kelebihanmu.
Kekuranganmu pun telah kuhitung sebagai kelebihanmu.
Kau lepas tanggung jawab?
bagaimana dengan melupakanmu? kau sama sekali tidak mengajariku akan itu.
Kau hanya menyebut "Tertariklah pada oranglain"
Hey bodoh, segampang itu?
kau tak pernah rasa apa yang aku rasa,
telah kulewati beberapa umat adam, demimu.
Demi menunggumu, menunggu cintamu.
Cintamu yang kufikir, akan membalas semuanya.
Tapi ternyata? omong kosong.

No comments:

Post a Comment