Saturday, March 15, 2014

Trust me

Hai kamu.
Percayalah.
Saat aku tak selamanya disisimu,
bukan berarti aku tidak mengasihimu.
Tapi aku hanya ingin kau bisa berjalan sendiri,
dan ketahuilah, dalam doaku selalu ada namamu terselip disana.

Percayalah.
Saat aku tak melihatmu ketika kau terjatuh,
bukan berarti aku tak mempedulikanmu.
Tapi aku hanya ingin kau bisa berdiri sendiri,
aku ingin kau bisa mengatasi semuanya sendiri.
Agar kelak, kau bisa mengajariku artinya kehidupan.

Percayalah.
Saat kalimat yang keluar dari mulutku terus menerjammu,
dan terus membuat telingamu seperti dihantam berbagai belati.
Bukan berarti aku berniat ingin mengguruimu,
aku hanya ingin kau terbiasa denganku.
Aku hanya ingin, ketika saatnya tiba.
Kau terbiasa dengan semua tingkah konyolku.
Sehingga tak ada alasan jika kau ingin pergi meninggalkanku nantinya.

Percayalah.
Saat suaraku dan nada iramaku sudah tak sukar lagi kau dengar,
bukan berarti aku berniat kasar padamu.
Tapi aku hanya ingin membiasakanmu menghadapi kejamnya dunia.
Aku ingin, kau menjelaskanku bagaimana kehidupan yang sebenarnya.
Dan dapat menuntunku kejalan kebenaran, bersama keturunanku nantinya.
Suatu saat nanti.

Dan........
Ketika tingkahku yang tak masuk akal selalu membuatmu tak nyaman.
Percayalah,
saat itu aku sedang berusaha untuk menunjukkan rasaku.
Saat kau sedikit saja menolehkan kepalamu,
pada seseorang yang mungkin sempat melukiskan kisahnya dihidupmu.
Saat itu pun, berbagai macam gambaran selalu saja menghantuiku.
Aku takut,
kau berfikir ia lebih dariku.
Aku takut,
kau berfikir bahwa aku pantas kau enyahkan dari padanya.
Aku takut,
kau melihatnya begitu spesial dan aku tak ada apa-apanya.

Percayalah.
Semua sifatku ada alasannya,
semua tingkahku ada tujuannya.
Sorry, I'm hyper. That mean, i love you.