Monday, September 10, 2012

Sahabat seperti bintang=))



Tuhan, titip sahabatku iya:')
cubit pipinya aja kalo dia nakal, tuntunlah dia ke jalan yang benar.
tapi jangan biarkan air mata jatuh dipipinya yang manis itu, karena sebagian
semangatku ada dirinya:')
Tuhan, janganlah kau pernah pisahkan kami. kami baru menikmati
kebersamaan kami, hidupku lengkap dan penuh arti karena mereka Tuhan,
jangan kau persingkatkan hubungan kami, jangan kau pisahkan kami Tuhan,
dengan alasan apapun itu, Tuhan aku sayang mereka, melebihi sayangku
kepadanya dan kepada diriku sendiri. Aku menyayangi mereka:’)




Saat dimana...

Saat mata kita terpaku dalam satu pandangan, saat langkah kita tertuju dalam satu tujuan, dan saat tawa kita tertumpahkan dalam satu kebahagiaan. Saat itu pula aku bersyukur, bersyukur atas adanya dirimu.. Terimakasih yaAllah, kau telah ciptakan makhluk sepertinya o:')
Tawamu menghiasi hari-hariku. Ingin rasanya kupause semua ini, lalu kusave kedalam memori khusus milikku, hanya kau dan aku yang tahu.
Kebahagiaan yang cukup kurasakan saat ini, yaAllah jangan kau ambil dia ‘lagi’ dariku. Biarkan dia tetap disini, menjalani ‘saat-saat’ kita berdua. yaAllah terimakasih, aku bahagia.
Walau hanya lewat mimpi kurasakan ‘saat-saat’ itu.  Tak apa, walau hanya mimpi.

Percaya atau tidak.


Percaya atau tidak. Saat kumelihat bola matamu, saat kumelihat lengkungan senyum manismu. Ku selalu ingat akan kebersamaan kita diwaktu dulu, aku tau ini salah. Aku tau ini perbuatan yang tidak terpuji dan tidak masuk akal. Tapi apa boleh buat, aku tak bisa mencegahnya.
Tolong aku Tuhan. Jika ini salah, jika ini tidak benar. Hapus iya dari salah satu daftar orang yang kujadikan alasan untukku tetap bertahan didunia ini. Dan percaya atau tidak. Sejauh mata memandang, hanya ada pola wajahmu yang dapat menyita perhatianku.
Dari awal, aku sudah katakan ‘percaya atau tidak’ . Jadi semua terserah padamu, ingin mempercayaiku lewat rangkaian kataku ini atau lebih percaya akan kemunafikanmu itu... Tak apa, semua terserah. Asal kau bahagia:')

Aku 'tanpa'mu


Kau mendengarnya? iyaaa, itu suara tetesan air hujan. Engkau yang disana..... Ingatkah kau akan kehadiranku:’0 dalam keramaian sekalipun aku masih dapat mengingatmu, bagaimana dalam sunyi? Aku merasa, kau seperti  berputar-putar tanpa bosan dalam benakku.
Sunyi, hanya sunyi yang dapat menggambarkan perasaanku. Sunyi, hanya sunyi yang dapat menemani malamku ‘tanpa’mu.
Bagai anak kecil kehilangan arah, itu seperti  aku ‘tanpa’mu. Tak tau harus kemana, tak tau arah jalan pulang, tak ada yang menuntun dan menemani, mungkin hanya ada sebuah boneka usang dalam genggamanku. Mungkin seperti itu yang bisa kugambarkan seperti aku ‘tanpa’mu.
Entah apa yang sedang ada dalam fikiranmu saat ini, merasa kasihan kah kau melihatku seperti ini? masih kah kau mempunyai secerca perasaan? masih bisa kah kau menangis? Jika semua pertanyaan ini tertera padaku, tak akan kusegan-segan menjawabnya. Menangis? bagaimana menangis? air mataku saja sudah terkuras habis... apakah aku masih bisa menangis?

Aku + kamu = (bukan) kita


Dari awal, firasatku mengatakan tidak. Tidak untuk menerima kau masuk lebih dalam kedalam kehidupanku. lancang yang kurasa saat kau mulai memasuki perasaanku terlalu dalam, dalam, dan bahkan lebih dalam lagi. Pernah terfikirkah dalam benakmu bahwa kau tak selamanya ada disampingku? berasa sempurnakah kau? masuk kedalam perasaanku tanpa izin dan pergi pun tanpa pamit.
Entah apa kesalahan yang kuperbuat dimasa lalu, hingga sakit begitu sakit yang kurasa saat ini. Tinta hitam dan layar putih menjadi saksi bisu betapa bingungnya diriku akan sifatmu yang sangat tidak masuk akal itu. Aku mengerti, kau berhak untuk melakukan semua itu. Tapi berfikirkah engkau? kau telah meninggalkan goresan luka yang cukup luas didiriku, salah apa aku yaAllah.
Pada awalnya, ini terjadi tanpa disengaja tanpa niat dan tanpa rekayasa. Setiap pertemuan, setiap kau dan aku bertemu dalam satu kesempatan. Tatapan kosong kulemparkan padamu, dan kau mengisinya. Senyuman manis kutumpahkan padamu, dan kau membalasnya. Tapi itu dulu... sebelum semua ini terjadi.
Sekarang, begitu berubah begitu berbeda 360 derajat. Setiap pertemuan ‘kau dan aku’ hanya dingin yang kurasa, sifatmu tatapanmu dan.... segalanya. Kau perlakukanku seperti orang asing. YaAllah jika aku boleh memilih, aku ingin menghentikan waktu, tak ingin kulanjutkan hidupku, tak ingin kulihat tatapan tajammu itu tak ingin ku rasakan dinginnya sifatmu padaku, tak inginnya kurabah senyum pahit terpaksamu itu. Apa kesalahan yang telah kuperbuat yaAllah...
Mengapa perilakumu itu baru-baru ini? saat perasaan ini mulai timbul sedikit demi sedikit. Ingin rasanya kupertahankan, tapi apa daya? kau tak menginginkannya. Aku hanya bisa menerima kenyataan, kenyataan bahwa kau dan aku tidak diciptakan untuk menjadi ‘kita’
Bersyukur kulimpahkan padanya-Nya, yang telah mengirimkan dirimu masuk kedalam kehidupan nyataku walau hanya hitungan waktu. Bukan untuk selamanya... Aku yakin, semua akan indah pada waktunya. Allah sudah mengatur segalanya.
Sekarang, saat ini. Hanya satu pintaku, tolong mengerti aku yang masih belum terbiasa tanpamu. Masih belum terbiasa hidup tanpa canda&tawamu. Tolong ajarkan aku tersenyum walau tanpa hadirmu. Terimakasih:')

About me


Hallo, my name is TettyAisah. You can call me aiss/tetty;-)
21oktober1998, Jakarta. IslamicCentre JHS
I don't have brother or sister, part of pamerlic, sept, eptwoo, neptune.
Sls&Shf&Tys
I think it's enough, bye...