Sunday, June 30, 2013

Miss?

Saat kurasakan rindu yang tak terbalaskan,
ingin rasanya cepat-cepat kuangkat kaki dari kehidupanmu
enyah dari hatimu.
Aku tak sekuat yang kau kira,
kuterima semua perlakuanmu, pengabaianmu.
kutunggu hatimu untuk segera menerimaku.
tapi aku tahu diri, aku sadar. I just your secret admirer.
Walau akhirnya hanya seperti ini,
aku akan tetap menulis namamu dimemory indahku.
Indah rasanya, saat kau bersama yang lain. Aku tunggu.
Indah rasanya, saat kau masih saja mengabaikanku. Aku tunggu.
Indah rasanya, saat kau mulai menyeruku untuk pergi. Masih saja aku tunggu.
Terimakasih menjadikan aku sebagai wanita yang mempunyai rasa tulus.
Wanita yang mempunyai penantian yang tak berujung.
Aku bangga pada diriku sendiri, walau hanya berani “menunggu”


Monday, June 17, 2013

Menanti dirimu - Gabriel

Kutau ku salah,
memaksa kehendakku, tuk memilikimu
kuterluka tanpamu,
sungguh kutak bisa membenci dirimu, dirimu.
menanti keajaiban hingga kau buka hatimu untuk diriku
hanya kisah ini takkan abadi, namun kau abadi dihati ini
meskipun harus menahan sepi, menanti dirimu dihati
https://soundcloud.com/gabriel-stevent-damanik/menanti-hadirmu

Saturday, June 15, 2013

"Lupakan aku" - Kamu

Saat kumulai lelah menutupi semuanya,
menutupi rasaku.
Ingin rasanya kuberteriak, memanggil namamu.
Dan menyebutkan rasaku, perasaanku.
Akupun kehilangan arah, dan tak sanggup kulawan jari jemariku.
Akhirnya, kata-kata itupun muncul.
Walau hanya sekedar "Aku rindu...."
Saat itu, taukah kamu?
berapa lama harusku tunggu untuk segera mengirimnya?
berapa banyak fikiran yang harus kukuras?
untuk berfikir, 
apa balasanmu setelah membaca seonggok kata yang kukirim nantinya.
Dan taukah kamu?
katamu menyakitkanku. "Lupakan aku"
dari sebrang sini, aku hanya menahan sesak yang amat dalam.
Lagi-lagi aku hanya bisa mengeluarkan jurus andalanku; tangis.
Setegar-tegarnya diriku,
aku lemah jika kau sudah menyeruku untuk melupakanmu.
Kau mengajariku untuk menyayangimu, dengan segala kelebihanmu.
Kekuranganmu pun telah kuhitung sebagai kelebihanmu.
Kau lepas tanggung jawab?
bagaimana dengan melupakanmu? kau sama sekali tidak mengajariku akan itu.
Kau hanya menyebut "Tertariklah pada oranglain"
Hey bodoh, segampang itu?
kau tak pernah rasa apa yang aku rasa,
telah kulewati beberapa umat adam, demimu.
Demi menunggumu, menunggu cintamu.
Cintamu yang kufikir, akan membalas semuanya.
Tapi ternyata? omong kosong.

Percakapan kita

Aku sadar, 
bodohnya diriku jika mengharapkanmu
dengan seperti ini saja, aku sudah cukup bahagia......sayang
dengan percakapan singkat kita, dari kejauhan
dan hanya melalui kata demi kata
itu sudah membuatku mengerti apa itu surga dunia.
Tapi taukah kamu?
disini, aku selalu menunggu awalan dari sebrang sana; kamu
membuka percakapan yang manis, dan diakhiri dengan sepatah kata ucapan
tapi semua berbalik arah,
selalu saja aku yang membuka awalan, 
dan kau yang menutupnya dengan “Just Read”
dan pernah tersadarkah kau?
disini, aku selalu putar otak
untuk menemukan kata yang pantas mengawali percakapan kita.
Selalu saja aku mencari topik yang pas untuk itu.
Hingga ada saatnya aku tersesat,
tak ada ide.
Disitulah aku menahan egoku,
untuk mengganggumu dengan hanya memanggil nama indahmu.
pernah mendengarkah kau?
dari sini, percakapan kita selalu dicover dengan tangisanku?
aku hanya bisa mengeluarkan jurus andalanku; tangis
saat aku sudah lelah melawan jari demi jemariku.
Untuk tidak mengetik kata yang bukan-bukan.
Seperti “Aku sayang kamu” mungkin.....
selama ini aku menahannya, aku melawannya, dan aku menutupinya.
Hingga mungkin.....lelah rasanya

Wednesday, June 5, 2013

Pergi 'lagi'?

Kamu, datang lagi.
Saat pertama kamu hadir kembali dalam nyataku,
aku sempat berfikir ini mimpi.
Tapi tidak dipungkiri, ini nyata.
Kamu? yang selama ini hanya mayaku.
Sekarang? bisa jadi nyataku.
Kamu temani malamku, warnai hariku.
Tapi.....haruskah aku yang memulai?

Dan sekarang, apa waktu itu terulang lagi?
aku lelah,
saat kau melakukan hal yang sama, aku selalu berfikir
"Biasa, semua biasa. Ada lagi?"

Aku sudah biasa dengan sifatmu, tingkahmu.
kamu masih sama seperti dulu, tak ada yang tertinggal
sama seperti rasaku, masih sama dan utuh
bahkan mungkin rasaku naik beberapa level keatasnya
naik ketingkat yang lebih dekat jangkau dengan langit

Apa kau ingin angkat kaki 'lagi' dari nyataku?
apa kau tega membiarkanku bersenang-senang dengan mayamu 'lagi'?
apa kau begitu menyayanginya?
sehingga, lagi-lagi aku korbannya....
Jadi sekarang, pilihanmu pergi? enyahlah kasih, aku ikhlas:')

Jika suatu saat kau ingin mampir kedalam nyataku lagi,
hatiku akan selalu terbuka untukmu. Walau sakit resikonya.
Jika kau ingin datang kedalam mimpiku,
kan kuterima dengan tangan terbuka.
Jika kau ingin mengundang ku kedalam mimpimu,
aku akan sangat bahagia.
Dan apabila kau ingin berbagi tangismu,
aku akan mencoba untuk menopang bebanmu.
Bagaimana dengan bahagiamu?
aku yakin, bahagiamu hanya akan kau bagi dengannya. Lagi-lagi aku ikhlas:')

Dan sama seperti pilihanku pertama, aku akan tetap disini.
Hidup dilayar hitammu, layar belakangmu.
Yang tak pernah kau tengok, yang tak pernah kau singgahi.
Dosakah aku, bila aku menyayangimu?:')